Home / Khotbah / Akhirnya daud putranto mengakui, sebelum menikah dengan Dia ini yang terjadi..

Akhirnya daud putranto mengakui, sebelum menikah dengan Dia ini yang terjadi..

SEBELUM MENIKAH DENGAN DIA, DAUD PUTRANTO MENGAKUI INI…

Mengakui sebuah fakta kebenaran membutuhkan kerendahan hati dan keberanian. Daud Putranto dalam tulisan ini ingin mengakui apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup kekristenannya..

Sampai tahun 2017 ini, saya sudah menulis 5 buku. Dan kali ini saya akan membahas dari buku saya yang ke-3 yaitu GRACE ON LEADERSHIP, khususnya Bab 7 Arti Hukum Taurat. Sebagai pengantar diawal, saya ingin memberitahukan bahwa tulisan Paulus tidak mudah dipahami oleh awam. Dalam Roma 6 Paulus menjelaskan tentang DIBEBASKAN DARI DOSA, dan Paulus memakai metafora : Tuan – Hamba (alias Majikan dan Pembantu). Namun dalam menjelaskan DIBEBASKAN DARI HUKUM TAURAT, Paulus memakai metafora lain, yaitu : SUAMI – ISTERI…

Nah, hubungan SUAMI – ISTERI inilah yang akan saya jelaskan dalam membedah ARTI HUKUM TAURAT. Maksud saya, sebelum saya MENIKAH dengan Dia (Kristus), saya menikah dengan ATURAN HUKUM TAURAT. Penjelasan lengkap, saya sadur dari isi buku Grace On Leadership, dibawah ini…selamat membaca…

—-

ARTI HUKUM TAURAT (ROMA 7)

Roma 7:1 Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, –sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum– bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup?

 

“Hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup”. Kata “hukum” disini mengacu pada hukum Taurat karena Roma 7 hanya berbicara tentang arti Hukum Taurat. Sementara kata “hidup” disini memiliki 2 (Dua) arti :

  • Hidup artinya masih memiliki nyawa, maka hukum berkuasa atas orang itu. Tidak peduli anda tahu atau tidak tahu, hukum berlaku dan berkuasa atas anda. Iedereen wordht geacht de wet te kennen atau disebut juga asas fictie (fiksi): setiap orang dianggap mengetahui hukum. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi yang melanggar hukum bahwa ia tidak mengetahui hukumnya. “selama orang itu hidup” Berapa lama sih seseorang hidup? Mzm 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Saat seseorang meninggal usia 80 tahun, saat itulah masa berakhirnya hukum atas orang tersebut. Artinya hukum hanya berlaku selama orang itu hidup alias bernyawa. Hukum tidak berkuasa atas orang mati. Makanya hukuman mati hanya berlaku untuk orang hidup.
  • Arti “hidup” yang kedua adalah manusia “masih” melakukan apa yang dilarang oleh Hukum itu. Misalnya : Peraturan “Dilarang Merokok” hanya berkuasa untuk orang yang merokok. Peraturan “Jangan Berzinah” (hukum Taurat) hanya berkuasa untuk orang yang berzinah. Peraturan “Jangan Mencuri” menjadi hidup untuk pencuri. Kalau anda bukan pencuri dan tidak suka mencuri, cuek saja. Peraturan itu tidak akan terngiang-ngiang dipikiran anda.

Roma 7:2 Sebab seorang ISTERI terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.

Poin-poin penting :

SEORANG isteri terikat OLEH hukum KEPADA suaminya SELAMA suaminya itu hidup”

  • Isteri terikat oleh hukum Taurat, bukan Suami yang mengikat istri dengan hukum Taurat. Perhatikan cara Paulus menulis kalimat ini (saya membalik urutannya, namun artinya tetap sama): “Seorang isteri terikat kepada suaminya oleh hukum.” Ini adalah design awal hubungan Allah dan Manusia yaitu kita dirancang untuk terikat kepada Allah! Kita tidak pernah dirancang terikat kepada hukum Taurat. Kita terikat pada hubungan, bukan terikat pada aturan.
  • Paulus juga tidak menulis “seorang suami terikat oleh hukum kepada isterinya.” Mengapa? Karena hukum Taurat tidak pernah mengikat Allah, hukum Taurat mengikat manusia. Itu sebabnya “yang tidak terikat” mampu melepaskan “yang terikat” pada hukum itu. Perenungan lebih lanjut: Apakah suami itu terikat pada isterinya? Untuk menjawab pertanyaan ini, anda harus memahami tentang hukum Iman (ada di Bab lainnya).
  • TUHAN Allah tidak pernah merencanakan memberikan Hukum Taurat. Karena manusia (yaitu bangsa Israel) memintanya, maka hukum Taurat diberikan. Baca Kel 19:8 Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN. Suaminya tidak pernah merencanakan mengikat isterinya dengan hukum. Suaminya hanya menginginkan terikat dalam cinta tak bersyarat. Namun isterinya meminta hukum untuk mengatur hubungan dengan suaminya itu.
  • Di Perjanjian Lama, manusia meminta hukum Taurat dalam hubungannya dengan Tuhan, tapi di Perjanjian Baru Tuhan memberikan hukum Iman dalam memulihkan hubunganNya dengan manusia. Inilah pergantian hukum dalam Alkitab. Pelajari keduanya, maka anda akan memahami dam mengalami hubungan lebih dalam dan radikal dengan Penebus Penciptamu.

Pemahaman lebih dalam :

  • Seorang isteri? Paulus menuliskan tentang SATU orang isteri yang terikat kepada SATU orang suami. Ingat, Paulus memakai bahasa typology disini yaitu bahwa yang dimaksud dengan “Isteri = manusia”, sedangkan “Suami = Allah”. Kita tidak mengalami kesulitan untuk sepakat bahwa hanya ada SATU ALLAH, artinya SATU orang suami, namun yang menarik bukankah manusia di bumi ini jumlahnya miliaran, lalu kenapa Paulus hanya menuliskan “SATU ORANG isteri?” Disini Paulus sedang menjelaskan tentang kebenaran yang sangat dahsyat yaitu bahwa memang hanya ada SATU SUAMI dan SATU ISTERI di dunia maupun di surga! Renungkan ayat-ayat berikut ini…
  • SATU DIDALAM KRISTUS : Gal 3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang YUNANI, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah SATU di dalam Kristus Yesus.
  • PENEBUS DOSA SEMUA MANUSIA : 1 Yohanes 2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

***

…..selama suaminya itu hidup.”

  • Sampai kapan suaminya hidup? Jawabannya : Sampai selamanya! Dia adalah Suami yang Kekal! Artinya sampai selamanya seorang isteri terikat kepada suaminya! Kalimat “selama suaminya hidup” menegaskan bahwa Alkitab hanya fokus pada kehidupan Sang Suami, bukan pada kematian isteri karena memang isteri tidak pernah hidup. Kenapa tidak ditulis “selama isterinya hidup?” Karena isterinya memang tidak pernah hidup, Suaminya yang hidup dalam isterinya itu.

“Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.”

  • Apabila suaminya mati” menunjukkan bahwa suaminya tidak akan bisa mati, alias hidup selamanya. Namun Paulus mengandaikan jika suaminya mati, isterinya bebas dari hukum, tapi tetap tidak bebas dari suaminya. Isterinya selalu terikat kepada suaminya, entahkah ada hukum atau tidak ada hukum. Ingat, Yesus membebaskan kita dari hukum Taurat, bukan membebaskan kita dariNya. Selamanya, kita tetap terikat dengan Dia. Ini kemanunggalan kekal.
  • Ikatan hukum tidak berlaku atau tidak berkuasa “apabila” suaminya mati.

Roma 7:3 Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum (Taurat), sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.

  • “Selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.” Suaminya hidup selamanya, artinya selamanya seorang isteri tidak boleh berzinah. Tapi apakah yang dimaksud dengan “berzinah” disini? Berzinah adalah ketika seorang isteri menjadi milik laki-laki lain. Berzinah artinya pergantian Kepemilikan! Bandingkan dengan Mat 5:27-28 “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Perzinahan berbicara tentang kepemilikan (Ownership). Jadi, ketika anda dimiliki oleh seseorang atau sesuatu selain Suami itu, anda sudah berzinah!

“tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.”

  • Poin penting bahwa Suaminya itu tidak bisa mati, karena suami disini adalah typology Allah, kecuali Allah menjadi manusia dan mati untuk manusia, sebagai manusia. Namun Allah tidak bisa mati dalam keadaan sebagai Allah. Bandingkan dengan Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Kematian “Suami” itu membebaskan isteri dari hukum Taurat, bukan membebaskan dari diriNya.
  • Jadi setelah peristiwa kematian Yesus, kita bebas berzinah? Kan tidak dianggap berzinah? Benar begitu? Salah besar! Penjelasan jawaban ini ada di ayat berikutnya…

Roma 7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

  • Ikatan hukum Taurat hanya bisa batal/rusak jika salah satu pihak ada yang mati. Pilihannya adalah : Isteri yang mati atau suami yang mati. Frase “kamu juga telah mati” semakin menegaskan bahwa memang harus isteri (kita) yang harus mati. Kenapa? Karena memang sejak semula kita yang menginginkan adanya hukum Taurat itu. Hukum Taurat mengikat kita dan Allah secara berbeda. Kita dikuasai oleh hukum Taurat itu, tetapi hukum Taurat tidak pernah menguasai Allah. dan karena harus ada yang mati, maka Paulus menyatakan bahwa kita yang harus mati. Paulus menyatakan bahwa Suami tidak bisa mati (Allah tidak bisa mati), maka kita yang mati. Secara “teori” ini memang bisa dilakukan, tapi jika kita mati, hukum Taurat memang tidak berlaku lagi, tapi itu juga berarti pernikahan itu benar-benar berakhir. Nah bagaimana supaya ikatan hukum Taurat itu dihancurkan tanpa kematian kita? Bagaimanakah caranya? Caranya adalah “kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus” Ada 2 (Dua) hal menarik disini : Pertama, kematian kita diwakili oleh Yesus. Di atas salib, Yesus mati UNTUK kita dan SEBAGAI kita (Jesus die FOR us and AS us!). Kedua ikatan hukum Taurat diselesaikan oleh tubuh Kristus, bukan tubuh Yesus. Bukan juga oleh darah Yesus, tapi oleh tubuhNya. Mengapa tubuh=daging? Mengapa juga tubuh Kristus? Karena itu tubuh kebangkitan, sehingga kita bisa berbuah!
  • Buah Roh itu dimanifestasikan oleh daging bukan oleh roh, karena orang tidak bisa melihat roh, tapi perbuatan kita. Baca Gal 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
  • Hukum Taurat itu mengikat daging, bukan roh kita. Kedagingan kita selalu menginginkan aturan dalam berhubungan dengan Suami kita, yaitu Yesus Kristus. Dosa diingini daging dan harus digenapi dalam daging.

 

—-

Sampai disini aja dulu yee… lebih lengkap beli bukunya saja… cuman 55 rebu doang…

Order online di : www.light-publishing.com

ini gambar cover bukunya gans…

 

 

About Daud Putranto

Check Also

Masa Lalu Tidak Bisa Diubah Tetapi Bisa Ditukar Dengan Yesus - Daud Putranto

SOUP FROM THE PAST

Category         : Appertizer of Life Description      : Yesterday cooked soup that suffocates this life …